Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-08 23:27:20【Sehat】117 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(79626)
Artikel Terkait
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- Pastikan keamanan produk, DKPP Batam perketat pengawasan obat hewan
- Penelitian: Manusia bergerak 40 kali lebih jauh dibanding semua satwa
- Program MBG dongkrak kehadiran siswa berkebutuhan khusus Kota Serang
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- BGN tegaskan menu MBG ngak boleh gunakan bahan pabrikan
- Kaya antioksidan, ini 8 manfaat black garlic bagi kesehatan tubuh
- Pelatihan penjamah Makan Bergizi Gratis di Palu
- KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat
- 36 SPPG MBG di daerah 3T Lampung segera dibangun
Resep Populer
Rekomendasi

Ekonomi TW

KAI pastikan pengembalian tiket 100 persen imbas banjir di Semarang

Human Initiative distribusikan 216 tenda bagi warga Palestina

586.074 anak telah menerima manfaat program MBG di Riau

PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan

Polisi ungkap kronologi pengemudi Lexus yang tewas di Pondok Indah

Kaya antioksidan, ini 8 manfaat black garlic bagi kesehatan tubuh

Polres Ponorogo bangun tiga dapur SPPG dukung program MBG